This Site is Under Construction

This Site is Under Construction. You can show this site at http://arvendoraemon.blog.com/ . OK…?????

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Assalamualaikum…………….

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Halo

saya sekarang selain ada blog ini juga mempunyai blog baru…..

http://arvendoraemon.blog.com/

KUNJUNGI YA…..

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Mesut Ozil : Baca Qur’an Sebelum Bertanding

Mesut Ozil

Mesut Ozil

Setelah ini Mesut Oezil hampir dipastikan menjadi salah satu pilar utama Jerman. Performanya memukau, memberi warna baru pada Der Panzer yang kian kosmopolitan.

Oezil menjadi bintang baru Jerman berkat permainannya yang baik dan konsisten di tiga pertamanya di babak Grup D. Dalam hal menyerang, gelandang Werder Bremen itu sudah melakukan enam tembakan, menghasilkan satu assist dan satu gol.

Ia berdiri di belakang duet penyerang Miroslav Klose-Lukas Podolski saat Jerman menggasak Australia 4-0, lalu sempat menjadi ujung tombak di babak kedua ketika timnya dikalahkan Serbia 0-1, setelah Klose diganjar kartu merah. Dan kebintangan Oezil bersinar sangat terang tatkala ia menjadi penentu kemenangan Jerman atas Ghana, sekaligus memastikan juara dunia tiga kali itu ke babak 16 besar.

Gol yang dibuat Oezil sangat indah. Dari depan kotak penalti, dengan kaki kiri, ia melepaskan tendangan “gantung” ke pojok kanan gawang Ghana, yang teramat sulit dijangkau kiper Richard Kingson.

“Aku tendang saja bolanya,” ujarnya seusai pertandingan, seperti dikutip AP. “Aku dapat support besar dari rekan-rekan setim. Tak peduli siapa lawan kami nanti, kami harus tetap menang.”

Oezil adalah salah satu pemain “keturunan” yang ada di skuad Jerman saat ini, seperti halnya Cacau (Brasil), Jerome Boateng (Ghana), Piotr Trochowski, Podolski dan Klose (Polandia), Dennis Aogo (Nigeria) dan Mario Gomez (Spanyol).

Ia berdarah Turki, dari keluarga muslim, dan dikenal memiliki kebiasaan membaca Al Quran setiap kali akan turun bertanding. Oezil lahir di Gelsenkirchen, merintis karir profesionalnya bersama Schalke, lalu pindah ke Bremen sejak dua tahun lalu, dan belakangan Arsene Wenger kabarnya mulai melirik gelandang serang yang baru berusia 21 tahun itu untuk diangkut ke Arsenal.

Pria dengan tinggi badan 182 ini melakoni debut internasionalnya di tim Jerman senior pada Februari 2009, dan mencetak gol pertama buat negaranya di pertandingan ketiganya, ke gawang Afrika Selatan pada laga persahabatan di bulan September di tahun yang sama.

“Akan sangat berat melawan Inggris,” tukasnya kepada Telegraph, menyebut tim yang akan dihadapi Jerman di babak perdelapan final. “Mereka jelas-jelas lebih kuat dibanding Ghana. Tapi kalau kami mengerahkan kekuatan seperti yang kami lakukan malam ini, kami akan memenangi pertandingan itu juga.”

Dipublikasi di Berita Hangat | 6 Komentar

Sejarah Mesin Pencari Google

Tampilan Google 1998

Tampilan Google 1998

Pusatgratis – Hari ini siapa yang tidak mengenal Google? Raksasa Internet yang satu ini lambat laun semakin populer di dunia internet dan semakin jauh meninggalkan pesaing – pesaingya. Dengan kurang lebih 20000 pekerja full time saat ini, Google selalu mengeluarkan inovasi dan produk baru yang semakin lama semakin sulit tersaingi oleh kompetitornya.

Saat ini Google merupakan perusahaan besar di Amerika dengan penghasilan sekitar $21 Milyar di tahun 2008 dan ditargetkan mencapai $40 Milyar di tahun 2009 ini.Penghasilan sebesar itu 99,9% diperoleh dari periklanan yang tersebar hampir di semua aspek dunia maya. Google yang mempunyai misi awal untuk “menyatukan semua informasi dari seluruh dunia dan membuatnya mudah diakses serta berguna” ini memang kini memang menjadi “bintang” di dunia internet.

Google Pada Saat Versi Beta tahun 1998

Namun siapa sangka raksasa dan bintang internet itu berasal dari garasi salah seorang teman dua pemuda dan dimulai pada Januari 1996. Pada saat itu sebuah penelitian dilakukan oleh Larry Page dan bekerja sama dengan Sergey Brin ketika mereka berdua masih mahasiswa PhD di Stanford University, California. Mereka berkesimpulan bahwa mesin pencari yang menganalisa hubungan antar website menghasilkan hasil ranking yang lebih baik daripada search engine dengan metode yang ada saat itu.

Akhirnya mereka berdua membuat search engine dengan nama “BackRub” karena memiliki sistem yang melakukan pengecekan backlink untuk memperkirakan tingkat penting tidaknya sebuah situs. Pada saat itu sebuah Search Engine kecil bernama Rankdex juga sedang melakukan penyelidikan yang sama.

Berdasarkan logika bahwa halaman dengan banyak link mengarah ke halaman tersebut adalah halaman yang penting dan relevan, maka Larry Page dan Sergey Brin melakukan pengujian dan menjadikan thesis mereka sebagai penelitian untuk search engine mereka. Akhirnya search engine buatan mereka digunakan oleh Stanford University di google.stanford.edu. Dan domain google.com diregistrasikan pada 15 september 1997 dan menjadi perusahaan Google Inc.

Pada 4 September 1998, Google yang pada saat itu masih berkantor di Garasi milik salah seorang teman Larry Page dan Sergey Grin sudah mencapai investasi hingga $1,1 juta, termasuk $100,000 dari Andy Bechtolsheim, salah satu penemu Sun Microsystems. Google baru berpindah kantor pada maret 1999 ke Palo Alto. Sejak sat itu google terus berkembang dan terus memperoleh banyak kunjungan ke search enginenya karena desain yang simple dan hasil pencarian yang bagus.

Server pertama Google

Server pertama Google

Server Pertama Milik Google

Pada tahun 2000 kahirnya Google mulai membuka jalur periklanan berdasarkan keywords, yaitu Google Adwords. Pada 4 September 2001 Google juga mematenkan sebuah sistem perankingan hasil pencarian yang saat ini populer disebut PageRank. Kesuksesan Google terus melejit dengan semakin banyaknya inovasi serta service yang bermanfaat bagi pengguna internet. Hal itu sempat membuat banyak raksasa internet lainnya seperti Yahoo, bahkan Microsoft menjadi khawatir. Bahkan sampai saat ini pun Google tetap berinovasi dengan akan meluncurkan berbagai Produk baru seperti Google Flip serta selalu mengupdate dan mengembangkan produk lamanya seperti Picasa dan Google Chrome. Bahkan Google juga rajin menyempurnakan dan melengkapi berbagai fitur produknya seperti Google Translate yang kini widgetnya bisa dipasang di semua halaman situs.

Nama Google sendiri sebenarnya adalah plesetan dari kata Googol yang berarti 10 pangkat 100, yang berarti angka 1 dan diikuti seratus angka nol yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa di Google ada banyak sekali informasi yang hampir “tak terhitung” banyaknya.

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Vuvuzela

Vuvuzela, ada juga yang menyebutnya Fufuzela, adalah sejenis terompet berukuran sepanjang kira-kira 65 cm. Umumnya digunakan oleh para penggemar pertandingan sepak bola di Afrika. Dikenal pula sebagai lepatata (bahasa Tswana), terompet ini perlu ditiup dengan teknik khusus dan akan mengeluarkan monoton keras bernada B ♭ . Instrumen serupa (di Spanyol dikenal sebagai corneta) juga digunakan oleh para penggemar sepak bola di Brazil dan negara-negara Amerika Latin.

Akhir-akhir ini, vuvuzela dan vuvuzelas (suara maupun peniupnya) telah menjadi kontroversi. Bila ditiup beramai-ramai dan terdengar tak putus-putus karena bergantian yang meniupnya, akan terdengar seperti “segerombolan belalang yang memekakkan telinga”, atau “sarang lebah raksasa yang dilempar batu”, atau “segerombol lalat hijau yang mengerumuni seonggok bangkai”…

Bising dan sangat tidak nyaman.

Tingkat bunyi dari instrumen vuvuzela bisa mencapai 127 desibel. Dalam sebuah pertandingan sepak bola yang penuh dengan penonton peniup vuvuzela, tak hanya pemain yang bisa terganggu konsentrasinya. Wasit, pelatih, bahkan penonton sendiri, serta penikmat televisi bisa sangat terganggu karena efek suara vuvuzela menutupi banyak informasi suara lainnya misalnya peluit maupun pengumuman dari panitia pertandingan juga suara komentator atau reporter berita yang sebetulnya jauh lebih penting.

Vuvuzela di pertandingan sepak bola, mulai digunakan di stadion Meksiko pada tahun 1970-an, dan menjadi populer di Afrika terutama Afrika Selatan pada 1990-an, sampai sekarang. Selain banyak digunakan di pertandingan-pertandingan sepakbola sebagai peramai stadion, banyak pula digunakan pada keramaian-keramaian lain misalnya pertandingan olahraga selain sepak bola, pasar malam, demonstrasi, juga digunakan sebagai permainan anak-anak.

Vuvuzela, pada awal-awal kemunculannya kebanyakan terbuat dari timah, alumunium, dan logam tipis lainnya, belakangan lebih banyak yang dibuat dari bahan plastik.

Asal-usul dari nama vuvuzela sejauh ini masih dipertentangkan. Belum dipastikan apakah nama vuvuzela berasal dari bahasa-bahasa Afrika, atau dari istilah Amerika Latin, atau dari bahasa lain.

Namun, pertentangan soal asal istilah tidak seramai pertentangan di dunia persepakbolaan. FIFA sendiri mengkhawatirkan vuvuzela bisa digunakan sebagai senjata oleh para hooligans, selain suaranya yang sangat mengganggu.

Para praktisi persepak-bolaan pun banyak yang menentang penggunaan vuvuzela oleh penonton sepak bola. Mereka terdiri dari para reporter, pemain, official, serta pengamat dan pecinta olah raga sepak bola. Namun, payung hukum dan alasan yang belum bisa kuat menjadikan tidak bisa dilakukan larangan penuh terhadap penggunaan vuvuzela. Apalagi vuvuzela saat ini sudah menjadi bagian dari budaya Afrika terutama Afrika Selatan.

Menjadi tidak aneh walaupun tetap menjengkelkan saat kita menikmati pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan melalui televisi dan suara dengung ribut vuvuzela meningkahi suara-suara lainnya.

Beruntung, pada pertandingan-pertandingan Piala Dunia 2010 belakangan ini, suara vuvuzela sudah jauh berkurang. Berbeda pada pertandingan-pertandingan awal yang sangat mengganggu.

Apakah sedulur juga merasa terganggu???

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Pendiri Batavia Kalah oleh Kolera

Jan Pieterszoon Coen lahir di Hoorn, Belanda, 8 Januari 1587. Ia dua kali menjadi Gubernur Jenderal VOC yaitu pada tahun 1619-1623 dan tahun 1627-1629.
Patung JP Coen masih berdiri tegak di lapangan De Roode Steen di Kota Hoord, kota kelahirannya.

KOMPAS.com — Mur Jangkung, begitu ia dijuluki. Entah dari mana nama itu muncul. Bisa karena postur tubuhnya yang jangkung, bisa juga karena namanya yang kental nuansa Belanda dan sulit bagi lidah orang pribumi. Mur Jangkung tak lain adalah Jan Pieterszoon Coen. Peletak dasar kota Batavia yang dimulai dari muara Sungai Ciliwung. JP Coen lahir di Hoorn, Belanda, 8 Januari 1587. Hoorn, salah satu kota di Provinsi Noord Holland tak jauh dari Amsterdam. Di kota ini, patung JP Coen masih berdiri tegak. Tepatnya di lapangan De Roode Steen.

Dalam website http://www.vocsite.nl disebutkan, Coen magang di sebuah perusahaan di Roma yaitu di kantor Justus Pescatore (Joost de Visser) pada tahun 1601. Di tahun 1607 ia dikirim berlayar ke Hindia Belanda sebagai asisten saudagar yang bekerja pada kompeni di bawah Pieter Willemsz Verhoeff. Dua tahun kemudian, rombongan tiba di Pulau Banda. Di sinilah kompeni mulai membangun benteng namun kemudian pembunuhan terjadi pada awak kapal.

Ia berhasil meyakinkan Heren Zeventien, tentang visinya bahwa VOC bisa menguasai perdagangan di Hindia Belanda. Coen balik ke Belanda, untuk kemudian kembali lagi ke Hindia Belanda pada 1612 di saat pangkatnya opperkoopman, saudagar tinggi. Direktur perdagangan di Banten pun langsung disabet. Coen berpegang bahwa Belanda punya hak untuk mengembangkan perniagaan yang sudah dimulai di Hindia Belanda, pasalnya Belanda lebih dulu berdagang di tempat-tempat orang Spanyol dan Portugis berdagang padahal dua negara itu tak punya hak karena sudah dikalahkan Belanda.

Mimpi Coen menjadikan Batavia sebagai pusat perdagangan di Asia, dari Iran hingga ke Jepang. Manila, Makau, Filipina, berusaha direbut. Visinya membuat para pemimpin VOC di Belanda (Heren Zeventien) pun tergiur. Jadi tak aneh jika Coen menjabat gubernur jenderal hingga dua kali sejak 1619. Junus Nur Arif dalam tulisan “Mur Jangkung Pendiri Batavia” menulis, benteng yang dibangun Coen di muara Sungai Ciliwung semula akan diberi nama Nieuw Hoorn, sesuai dengan kota asal Coen. Di zaman itu Belanda sedang tergila-gila untuk menamakan daerah jajahan sesuai dengan kota-kota di Belanda. Contohnya New Amsterdam (kini New York).

Belum sempat Coen menamai benteng tadi, armada Inggris yang dipimpin Thomas Dale tiba pada 1618 sehingga Coen sibuk mencari bala bantuan hingga ke Banda. Pada saat Belanda terpojok, Pangeran Jayakarta diduga bersekutu dengan Inggris sehingga Sultan Banten itu berhasil menindak Jayakarta. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Coen yang akhirnya bisa merebut Jacatra pada 30 Mei 1619. Nama Batavia sebetulnya bukan keinginan Coen, itu adalah kemauan dewan pimpinan VOC.

Coen, yang kemudian menikahi Eva Ment, lebih suka bekerja sama dengan warga Tionghoa dengan alasan, mereka tak suka berperang dan rajin bekerja. Upaya menarik warga Belanda untuk tinggal di Batavia dan Indonesia pada umumnya tak berhasil, maka ia harus memilih orang untuk membangun Batavia. Orang Tionghoa menjadi salah satu pilihan selain imigran Madagaskar dan Birma.

Rencana besar Coen tak kunjung menunjukkan hasil, malah di akhir masa jabatannya yang pertama (1619-1623), VOC sudah merugi sebesar 8.000 gulden. Segala cara, bahkan menggunakan kekerasan pun diterjang oleh Coen demi cita-citanya. Kisah visi besar Coen pun akhirnya berakhir bersama dengan wafatnya sang gubernur jenderal ke empat dan enam ini. Ia wafat saat masih menjabat sebagai gubernur jenderal keenam, menggeser Pieter de Carpentier, 1627-1629.

Ironisnya, ia tak wafat di medan perang tapi kalah oleh kolera. Junus menyebutkan, pada tahun 1629 Mataram kembali menyerang Batavia. Perempuan yang tinggal di benteng diminta menyingkir. Namun, Ment tak hendak beranjak karena suaminya dalam keadaan kurang sehat. Pada 20 September 1629, malam hari, seusai makam malam, Coen sakit perut hingga duduk pun ia tak mampu. Dokter pun menyatakan, tak ada lagi yang bisa menyelamatkan Coen. Eva Ment pun membawa bayi yang baru berusia tiga hari, berpamitan pada sang suami dan ayah. Coen meninggal tengah malam di usia 42 tahun karena kolera. Ia dimakamkan di halaman gereja (kini Museum Wayang). Eva Ment kemudian kembali ke Belanda bersama Johanna, sang putri, yang tak lama kemudian juga meninggal.

Kondisi Batavia (lama) yang makin buruk, kotor, dengan penyakit yang bertebaran, akhirnya tak hanya mencabut jiwa warga, tetapi juga sang pemimpin. Sekeji apa pun JP Coen, ialah peletak dasar terbentuknya kota Jakarta.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar