Wisata Keliling Masjid di Australia

Siapa yang tak tahu sikap Australia terhadap muslim! Negara yang satu ini kerap mendukung kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang hampir selalu menyudutkan kaum muslim. Lihat saja bagaimana sikapnya yang mendukung penyerbuan AS atas Iraq, Afghanistan, menyudutkan dan mengisolasi Iran terkait program nuklir hingga mendukung Israel saat penyerbuan ke Gaza beberapa waktu yang lalu.

Negara Kanguru ini memang kerap berseberangan dengan negara muslim. Mereka juga terkenal sangat dekat dengan AS dan selalu mendukung kebijakan yang kontroversial seputar muslim. Padahal jika dilihat lagi, jumlah warga Australia yang muslim cukup banyak. Mereka juga sangat tergantung oleh impor minyak bumi dari tanah Arab. Sebagian besar warga muslim Australia merupakan penduduk pindahan dari Timur Tengah dan Asia Barat. Jumlah mereka pun terbilang fantastis yaitu ratusan ribu.

Namun, panasnya isu pendiskreditan muslim oleh pemerintah Australia tak menyurutkan semangat kaum muslim dalam mendakwahkan Islam di sana. Baru-baru ini muslim Australia memberi kesempatan kepada non-Muslim untuk berkunjung ke salah satu masjid terbesar di negeri itu. Masjid Lakemba yang juga dikenal sebagai masjid Imam Ali bin Abi Talib dibuka untuk non-Muslim dalam rangka kegiatan “Mosque Open Day”, sebagai bagian dakwah muslim Australia untuk lebih mengenalkan agama Islam. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meluruskan pandangan yang salah tentang Islam di kalangan non-Muslim di sana.

“Tahun ini kami memutuskan untuk melakukan kegiatan besar untuk menunjukkan bahwa kami adalah komunitas yang toleran. Kami berusaha untuk berasimilasi dan saling bekerjasama, serta berusaha untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang Islam yang sesungguhnya,” kata Syaikh Yahya Safi, tetua sekaligus Imam Masjid Lakemba.

“Saya yakin masyarakat Australia, Muslim dan non-Muslim sama, mereka bisa hidup bersama dengan harmonis. Tapi kita hanya bisa melakukannya jika ada saling kesepahaman dan toleransi terhadap agama dan budaya satu dengan yang lainnya,” paparnya.

Masjid Lakemba merupakan salah satu masjid terbesar di Australia. Masjid ini terletak di pinggiran kota Lakemba, New South Wales. Jamaah masjid yang selesai dibangun tahun 1977 ini kebanyakan adalah warga Lebanon yang sudah menjadi penduduk Australia. Mereka aktif mengadakan acara keagamaan dan ilmiah di masjid yang sekaligus menjadi pusat pengembangan Islam (Islamic Center).

Setiap harinya masjid ini dikunjungi lebih dari 1.000 jamaah dan pada saat Shalat Jumat, jamaahnya bisa mencapai 5.000 orang. Untuk keperluan acara “Mosque Open Day”, masjid Lakemba dibuka mulai pukul 10.00 pagi sampai pukul 05.00 sore dan para pengunjung non-Muslim yang datang akan diajak tur keliling masjid. Sehari-harinya, masjid ini juga menyediakan layanan pendidikan, belajar agama Islam, Al-Quran dan bahasa Arab.

Berkaitan dengan acara “Mosque Open Day”, pengurus masjid juga mengundang tokoh-tokoh di Australia yang kerap mengkritik Islam agar mereka mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang agama Islam dan Muslim yang jumlahnya mencapai 1,5 persen dari 20 juta total penduduk Australia atau sekitar 300 ribu orang. Jumlah yang cukup fantastis.

“Ketika orang memiliki pemikiran yang buruk tentang Anda, Anda perlu memberi mereka penjelasan yang baik. Kami tidak ingin berdusta, kami ingin mereka mengerti tentang kami yang sebenarnya dan tentang agama kami,” tukas Syaikh Safi

Ia menambahkan, saat ini masih terjadi kesalahpahaman di kalangan masyakarat Australia tentang agama Islam dan umat Islam, meski Islam sudah mulai berkembang di Negeri itu sejak lebih dari 200 tahun yang lalu. Sejak peristiwa serangan 11 September 2001 di AS, kaum muslim kerap dicurigai. Laporan pemerintah baru-baru ini menyebutkan bahwa muslim di Australia menghadapi sikap Islamofobia yang dalam dan perlakuan diskriminatif berbasiskan ras dan agama yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Syaikh Safi berharap, kegiatan “tur keliling masjid” bisa mengikis kesalahpahaman itu. “Mereka tidak Islam, tapi mungkin mereka mengenal seorang muslim. Satu orang muslim ini akan merefleksikan Islam pada orang tersebut dan pada masyarakat,” tutur Safi.

“Tantangan kita adalah memberi keleluasaan pada komunitas kami untuk melaksanakan ajaran Islam yang sebenarnya, dan tidak hanya mengklaim bahwa mereka muslim,” sambungnya.

Melalui dakwah yang luar biasa ini, diharapkan terbentuk persepsi yang berbeda tentang Islam. Kita sebagai umat Islam sangat menghargai dan memberikan apresiasi yang sangat besar bagi mereka yang tiada mengenal lelah mendakwahkan Islam. Harapan kita tentunya negara Kanguru yang saat ini cukup anti dengan Islam akan dapat hidup berdampingan dan menjadi sahabat bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Amien.

Tentang arvendomahardika

seneng sing apik-apik wae!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s