Vuvuzela

Vuvuzela, ada juga yang menyebutnya Fufuzela, adalah sejenis terompet berukuran sepanjang kira-kira 65 cm. Umumnya digunakan oleh para penggemar pertandingan sepak bola di Afrika. Dikenal pula sebagai lepatata (bahasa Tswana), terompet ini perlu ditiup dengan teknik khusus dan akan mengeluarkan monoton keras bernada B ♭ . Instrumen serupa (di Spanyol dikenal sebagai corneta) juga digunakan oleh para penggemar sepak bola di Brazil dan negara-negara Amerika Latin.

Akhir-akhir ini, vuvuzela dan vuvuzelas (suara maupun peniupnya) telah menjadi kontroversi. Bila ditiup beramai-ramai dan terdengar tak putus-putus karena bergantian yang meniupnya, akan terdengar seperti “segerombolan belalang yang memekakkan telinga”, atau “sarang lebah raksasa yang dilempar batu”, atau “segerombol lalat hijau yang mengerumuni seonggok bangkai”…

Bising dan sangat tidak nyaman.

Tingkat bunyi dari instrumen vuvuzela bisa mencapai 127 desibel. Dalam sebuah pertandingan sepak bola yang penuh dengan penonton peniup vuvuzela, tak hanya pemain yang bisa terganggu konsentrasinya. Wasit, pelatih, bahkan penonton sendiri, serta penikmat televisi bisa sangat terganggu karena efek suara vuvuzela menutupi banyak informasi suara lainnya misalnya peluit maupun pengumuman dari panitia pertandingan juga suara komentator atau reporter berita yang sebetulnya jauh lebih penting.

Vuvuzela di pertandingan sepak bola, mulai digunakan di stadion Meksiko pada tahun 1970-an, dan menjadi populer di Afrika terutama Afrika Selatan pada 1990-an, sampai sekarang. Selain banyak digunakan di pertandingan-pertandingan sepakbola sebagai peramai stadion, banyak pula digunakan pada keramaian-keramaian lain misalnya pertandingan olahraga selain sepak bola, pasar malam, demonstrasi, juga digunakan sebagai permainan anak-anak.

Vuvuzela, pada awal-awal kemunculannya kebanyakan terbuat dari timah, alumunium, dan logam tipis lainnya, belakangan lebih banyak yang dibuat dari bahan plastik.

Asal-usul dari nama vuvuzela sejauh ini masih dipertentangkan. Belum dipastikan apakah nama vuvuzela berasal dari bahasa-bahasa Afrika, atau dari istilah Amerika Latin, atau dari bahasa lain.

Namun, pertentangan soal asal istilah tidak seramai pertentangan di dunia persepakbolaan. FIFA sendiri mengkhawatirkan vuvuzela bisa digunakan sebagai senjata oleh para hooligans, selain suaranya yang sangat mengganggu.

Para praktisi persepak-bolaan pun banyak yang menentang penggunaan vuvuzela oleh penonton sepak bola. Mereka terdiri dari para reporter, pemain, official, serta pengamat dan pecinta olah raga sepak bola. Namun, payung hukum dan alasan yang belum bisa kuat menjadikan tidak bisa dilakukan larangan penuh terhadap penggunaan vuvuzela. Apalagi vuvuzela saat ini sudah menjadi bagian dari budaya Afrika terutama Afrika Selatan.

Menjadi tidak aneh walaupun tetap menjengkelkan saat kita menikmati pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan melalui televisi dan suara dengung ribut vuvuzela meningkahi suara-suara lainnya.

Beruntung, pada pertandingan-pertandingan Piala Dunia 2010 belakangan ini, suara vuvuzela sudah jauh berkurang. Berbeda pada pertandingan-pertandingan awal yang sangat mengganggu.

Apakah sedulur juga merasa terganggu???

Tentang arvendomahardika

seneng sing apik-apik wae!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s