Surin Pitsuwan

Presiden  SBY menerima Sekjen ASEAN, Surin Pitsuwan, hari Selasa  (26/2) sore di  Kantor Kepresidenan. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menerima Sekjen ASEAN, Surin Pitsuwan, hari Selasa (26/2/2008) sore di Kantor Kepresidenan. (foto: abror/presidensby.info)

Assalamualaikum. “Walaikum Salam,” jawab Sekjen ASEAN, Surin Pitsuwan, ketika disapa. Surin Pitsuwan memang orang Thailand, tapi nama yang diberikan ayahnya saat dilahirkan adalah Abdul Halim bin Ismael. Anak pertama dari sembilan bersaudara dari Ismail Pitsuan ini memang seorang muslim. Bahkan ia lahir di komplek sebuah pesantren di Nakorn Sri Thammarat, Provinsi Pattani, Thailand Selatan, yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Hari Selasa (26/2), Surin bertemu Presiden SBY untuk minta dukungan atas tugas-tugasnya sebagai Sekjen ASEAN.

Menikah dengan Aliya Ariya, Surin dikaruniai tiga orang anak. Surin dikenal piawai sebagai juru damai di kawasan regional maupun internasional. Mantan Menteri Luar Negeri Thailand periode 1997-2002 ini menggantikan Ong Keng Yong sebagai Sekjen ASEAN pada 31 Desember 2007 itu.

Dengan penandatanganan Piagam ASEAN oleh 10 pemimpin tertinggi negara-negara anggota ASEAN dalam Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-13 ASEAN di Singapura pada November 2007, maka otomatis Surin adalah Sekjen pertama saat ASEAN sudah memiliki Piagam ASEAN, yang merupakan instrumen hukum dalam mengubah perhimpunan kawasan tersebut menjadi suatu organisasi yang berlandaskan aturan lebih jelas. Dan, tugas pertama Surin adalah memastikan 10 negara anggota ASEAN memenuhi janji untuk telah mensahkan (ratifikasi) Piagam ASEAN sebelum KTT ke-14 ASEAN di Bangkok, Thailand, pada penghujung 2008.

Menempuh pendidikan di Thammasat University Thailand, kemudian lulus dengan cum laude dari Claremont McKenna College, California, dalam bidang ilmu politik pada tahun 1972. Surin Pitsuwan meraih gelar Master of Arts dari Harvard University dan melakukan penelitian di American University in Cairo sebagai mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Institute of Higher Council for Islamic Affairs of Egypt dari tahun 1975 hingga tahun 1977 sebelum kembali Harvard, tempat dimana Surin menerima gelar Ph.D pada tahun 1982.

Ia terpilih menjadi anggota parlemen dari Nakhon Si Thammarat untuk pertama kalinya pada tahun 1986, dan menjabat Secretary to the Speaker of the House of Representatives pada tahun yang sama. Pada tahun 1988, Surin ditunjuk sebagai Assistant Secretary to the Minister of Interior. Kemudian dari tahun 1992 hingga 1995 menjadi Deputy Minister of Foreign Affairs sebelum menjabat Menteri Luar Negeri pada tahun 1997, hingga tahun 2001. Surin Pitsuwan sebelumnya menjabat sebagai Chairman of the Association of South East Asian Nations (ASEAN) Regional Forum dari tahun 1999 hingga tahun 2000.

Selain karir politiknya, Surin mengajar di Thammasart University dan menulis untuk dua harian berbahasa Inggris di Bangkok dari tahun 1980 dan 1992. Sejak 1983 hingga 1984, Surin Pitsuwan bekerja di US Congress sebagai Congressional Fellow, Congressional Fellowship Program, the Asia Foundation and the American Political Science Association (APSA), dimana pada saat yang bersamaan mengajar di jurusan Hubungan Internasional di American University di Washington, D.C. (nnf)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s